Penggemar bahasa Sansekerta. Pengagum filosofi wayang. Peminum kopi hitam, susu jahe dan teh tubruk. Pemakan sayuran hijau, telur asin dan biji bunga matahari.
August 27th
5:17 AM
"Tertarik padamu adalah semuanya (serba) asumsi. Dan semakin suka padamu adalah akibat asumsi-asumsi yang tidak ditindaklanjuti dengan diskusi."
—  

Ada sosokmu yang hidup di benakku dari asumsi-asumsi yang kubuat sendiri.

Sepertinya kau menyenangkan untuk diajak berdiskusi dan berargumentasi, sepertinya kau melankolis total kadang-kadang, sepertinya menyenangkan memelukmu dari belakang, sepertinya ayahku akan sangat suka padamu, sepertinya kita akan bisa caving dan random travelling sesering mungkin, sepertinya masih ada perempuan masa lalu yang membebani langkahmu, sepertinya menyenangkan bisa menyentuh kerut-kerut di senyummu setiap hari, sepertinya sepertinya sepertinya.

Asumsi-asumsi ini melelahkan karena aku tak tahu mana yang nyata, sehingga aku padamu terus saja semakin suka. Ini gila.

Entahlah, anehnya aku suka begini saja. Membiarkanmu hidup di benakku dari asumsi-asumsi yang ada. Mengagumimu dengan asumsi-asumsi yang belum tentu nyata. Bukankah ini menyenangkan? Menikmatimu dari jauh saja dan lalu meletupkan asumsi-asumsi baru. Menghidupimu dengan mengkonsumsi asumsi yang kuciptakan sendiri.

Menindaklanjuti asumsi-asumsi ini juga pilihan yang menyenangkan -tentu, karena bisa dekat-dekat denganmu- menikmati senyummu dari jarak (yang semakin) dekat tentu semakin baik -kelak akan membuatku semakin mabuk. Oh, dan sosok dalam asumsi itu akan berwujud nyata! Aku pasti tak akan sabar untuk segera memelukmu dari belakang, posisi pelukan yang paling aku suka!

Tapi bukankah kenyataan tak pernah memuaskan perasaan? Lalu bagaimana jika ada kecewa? Siapa yang akan disalahkan? Apa yang akan disalahkan? Kau, tak salah karena memang selalu begitu adanya. Asumsiku, tak salah karena memang begitulah (hakikatnya) asumsi -maka itu ia dinamakan asumsi.

“Pengharapanmulah yang mengkhianatimu.”

Maka, bukankah begini saja cukup menyenangkan?

  1. riska reblogged this from jamduapagi
  2. gulita reblogged this from jamduapagi
  3. namasayaume reblogged this from aprianindos
  4. aprianindos reblogged this from jamduapagi
  5. prihandini reblogged this from nayasa
  6. rizkarahmanita reblogged this from ayuindria
  7. ayuindria reblogged this from ephiyulia
  8. heredearest reblogged this from tissyanufus
  9. adamhastaraaji reblogged this from nayasa
  10. mymindstory reblogged this from nayasa
  11. wiyastidwiandini reblogged this from nayasa
  12. cintarakyatindonesia reblogged this from nayasa
  13. katanuning reblogged this from nayasa
  14. jangantenggelam reblogged this from nayasa
  15. tissyanufus reblogged this from nayasa
  16. rochenryback10 reblogged this from nayasa
  17. nayasa reblogged this from jamduapagi
  18. 8lemahireng8 reblogged this from jamduapagi
  19. rizkasantoso reblogged this from jamduapagi
  20. suciwulans reblogged this from jamduapagi
  21. cutiestarlight reblogged this from ayuprissa
  22. ayuprissa reblogged this from jamduapagi
  23. makhlukvenus reblogged this from jamduapagi
  24. uungisnurul reblogged this from jamduapagi
  25. jamduapagi reblogged this from jamduapagi
  26. freerish reblogged this from purplosheepy and added:
    super nohok banget ini. pas banget rasanya sama apa yang gw rasain
  27. idratherbenoone reblogged this from jamduapagi
  28. jamduapagi posted this